Senin, 24 Maret 2014

Bambu dan Makanan

Yak siapa tak mengenal rebung, di Indonesia rebung atau tunas bambu cukup banyak yang memanfaatkannya untuk menjadi lauk pauk makanan dan kaya akan gizi.

Di Indonesia, rebung atau tunas muda dari rumpun bambu memang belum sepopuler di Cina sebagai bahan makanan. Padahal, rebung bisa diolah menjadai beragam santapan kuliner yang lezat dan kaya gizi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Rebung bisa dikonsumsi atau dimakan ketika usianya kurang dari dua bulan, Lebih dari itu ia akan mengeras menjadi bambu, bentuknya mengerucut keatas dan berlapis lapis

Menurut penelitian dalam satu cangkir irisan rebung mengandung 14 kalori dan sepertiganya lemak. Dalam porsi yang sama justru mengandung 1,2 gram serat. Setara dengan setengah porsi nasi merah. Serat dibutuhkan oleh tubuh sebagai pelancar pencernaan dan bisa mencegah timbulnya berbagai penyakit kardiovaskular. Seperti penyumbatan pembuluh darah, hipertensi, penyakit jantung koroner, serta kolesterol berlebih.

Menurut Amelinda, rebung juga diperkaya oleh kandungan mineral seperti kalsium, kalium, mangan, seng, kromium dan zat besi. Dalam satu cangkir irisan rebung mengandung 640 mg kalium. ”1,5 kali lebih banyak dari yang terkandung dalam pisang dan setara dengan 14 persen kebutuhan kalium Anda,” katanya. Kalium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menggerakkan otot, menjaga tekanan darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. ”Karena itu kekungan kalium bisa menyebabkan nyeri sendi dan otot.”

Rebung mengandung banyak vitamin. Seperti vitamin A, B6, dan E. Makanan ini juga mengandung 17 asam amino protein. :Karena itu rebung bersifat sebagai antioksidan dan penangkal radikal bebas.


Selamat mencoba :)